iklan Bupati Tanjab Barat, H Safrial.
Bupati Tanjab Barat, H Safrial.

JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL -  Belum jelasnya pengelolaan gas buang oleh PT Jambi Indogunan Internasional (JII) membuat bupati tanjabbar gerah. Bupati Tanjabbar, Safrial berencana akan mengambil alih pengolahan gas tersebut, jika dalam waktu dekat ini perusahaan tersebut belum juga beroperasi.

Bupati menyebut sesuai perjanjian antaran PT JII dengan Petrochina mereka akan melakukan pengelolaan gas buang atau gas flare. Namun, sudah 5 tahun PT JII yang telah menunjuk PT Bumi Jambi Energi (BJE) untuk mengelola, belum juga beroperasi. 

 " Jika seperti ini kan kita yang rugi," ujar bupati.

Dijelaskan Bupati, pada awal perjanjian itu dibuat, besar gas flare yang ada sebesar 14 MMCSFD per hari. Tapi sekarang, jumlahnya hanya tinggal 10 MMCSFD. Dengan begitu, jika dalam 5 tahun lagi masih tidak dikelola, maka dipastikan gas buang ini akan habis. Berarti Pemerintah Daerah Tanjabbar rugi.

"Dalam satu bulan harus  beroperasi. Kalau tika  akan kita ambil alih," tegas bupati. (sun)


Berita Terkait



add images