JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Tahun ini, pihak Dinas PU Tanjabtim tetap intens melakukan pembangunan tanggul, yang berguna mengatasi instrusi air laut yang dapat merusak tanaman baik tanaman pertanian maupun tanaman perkebunan.
Tahun ini panjang irigasi yang dibangun sekitar 90 kilometer. 65 kilometer bersumber dari Dana Alokasi Khusus Pemerintah Pusat dan 25 kilometer dari APBD Kabupaten Tanjabtim. Kan untuk menunjang visi dan misi Pemerintah Pusat, agar sinkron, ujar Kadis PU Tanjabtim, H. Mahmulis melalui Kasi Pembangunan Jaringan Irigasi Shinta Olivia ST Rabu (16/3).
Adapun kegiatan-kegiatan dibidang pengairan yang membangun infrastuktur irigasi diareal pertanian adalah untuk menunjang hasil pertanian di Tanjabtim. Ini bertujuan agar areal pertanian tidak terendam oleh air apabila dimusim hujan. Begitu juga untuk diareal perkebunan masyarakat, bertujuan agar kebun tidak terendam oleh air pada saat musim pasang.
Keberhasilan Pemkab Tanjabtim dalam pembangunan dibidang pertanian dan hasil perkebunan, tidak luput dari pembangunan infrastuktur yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Tanjabtim dibidang pengairan. Dapat dilihat dari pembangunan irigasi dengan kondisi baik, maka meningkatnya juga hasil pertanian dan perkebunan, terangnya.
Dia menambahkan, seperti halnya kegiatan pembangunan irigasi dibidang pengairan, Dinas Pekerjaan Umum Tanjabtim, telah berhasil membangun infrastuktur diareal pertanian maupun areal cetak sawah, maka banyak terasa untuk para petani, agar meningkatkan hasil pertaniannya dan diareal perkebuanan dan meningkatkan hasil kebunnya.
Contohnya, pembangunan tanggul di Parit 3 Sungai Ayam, Parit 4 Sungai Ayam Kecamatan Mendahara. Sangat menbantu manfaat pembangunannya untuk mencegah banjir kedalam areal perkebunan. Begitu juga di Parit 5 Desa Pangkal Duri Kecamatan Mendahara Ilir, yang dulu sebelum dibangunnya tanggul air masuk keareal pertanian. Namun setelah dibangun tanggul air sudah tidak masuk ke areal perkebunan, tutupnya.
(yos)
