iklan Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL - Banyak program yang seharusnya maksimal harus dipangkas, dengan tujuan tetap berjalannya pemerintahan yang baik. Hal ini dikarenakan semenjak defisit anggaran yang melanda Tanjabbar.

Sekretaris Daerah Tanjabbar, Firdaus Khatab, mengatakan, anggaran belanja pembangunan di Tanjabbar hanya 45 persen, sedangkan dibandingkan dengan belanja pegawai lebih tinggi.

"Kalau di Tanjabbar, belanja pembangunannya 41 persen, dan belanja pegawainya 59 persen," ujarnya.

Lanjutnya, dirinya tidak hapal pasti untuk khusus penggajian PNS. Tapi, dirinya berharap hal ini bisa membaik seperti sebelumnya.

"Faktornya kan duit kita dak cukup untuk memperbesar belanja pembangunannya, mudah-mudahan bisa membaik seperti sebelumnya," pungkasnya. (sun)

 


Berita Terkait



add images