JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Terkait harga jual gas dari PetroChina ke PT Bumi Samudra Perkasa yang merupakan BUMD milik Pemkab Tanjabtim tidak ada permasalahan. Namun menurut Kadis ESDM Tanjabtim, Yan Rizal, saat ini yang menjadi permasalahan adalah mengenai harga jual gas dari BUMD ke PLN.
"Dari kami menjual ke PLN masih belum ada titik temu. Tentu BUMD ingin mencari keuntungan," ujarnya.
Setelah gas dijual ke PLN, sambungnya, gas tersebut dikeluarkan PLN dalam bentuk listrik berupa mobile power plant keluaran terbaru. Akan ada empat mobile power plant yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan listrik bagi Tanjabtim.
"Satu mobile power plant menghasilkan 25 megawatt, kalau empat mobile power plant artinya ada 100 megawatt pasokan listrik bagi Tanjabtim," paparnya.(yos)
