JAMBIUPDATE.CO, SUNGAIPENUH - Tim pemantau orang asing Kota Sungaipenuh yang dipimpin Imigrasi Jambi Rabu lalu (2/11) melakukan pemantauan orang asing di beberapa lokasi. Hasil pantauan satu orang asing dari Inggris terindikasi bermasalah.
Pemantauan dilakukan di Koto Dumo, Tanah Kampung di pabrik Casia Coop. Di pabrik ini tim mendapat informasi ada lima warga negara Prancis. Namun saat dicek, kelimanya tidak berada ditempat, karena berada diluar negeri.
Kemudian di Koto Lebu juga diperoleh laporan ada 5 orang warga negara Amerika. Namun tim juga tidak menemukannya, karena keluar negeri. Sementara itu di Desa Amar Sakti, Pondok Tinggi satu orang asing dari Inggris diduga bermasalah, karena kegiatannya di Sungaipenuh tidak jelas.
Data di Imigrasi Jambi terkait orang asing di Kerinci dan Sungaipenuh tidak ada, karena tidak ada laporan dari warga negara asing. Namun saat kami melakukan pemantauan di Sungaipenuh data dari Kesbangpol dan Linmas ada 16 orang WNA di Sungaipenuh, ada 5 orang Prancis di Casia Coop dan satu orang Turki tidak diluar 16 orang data Kesbangpol," ujar Kasubsi Waskim Imigrasi Jambi, Iqbal.
Saat pemantauan pihaknya tidak bertemu dengan 5 orang Prancis di pabrik Casia Coop dan 5 orang Amerika di Koto Lebu, karena berada di luar negeri. Sementara WNA dari Inggris, Debi Debora pihaknya berhasil menemuinya dirumahnya di Amar Sakti. Walaupun paspornya masih berlaku, kegiatan Debi di Sungaipenuh tidak jelas. "Awalnya tenaga ahli Kemenhut, setelah itu FFI, sekarang sponsornya di paspor dari Universitas Nasional," ucapnya.
Karena sudah 20 tahun di Sungaipenuh dan kegiatannya tidak jelas, maka kasus Debi akan didalami."Senin pekan depan kita panggil ke kantor Imigrasi Jambi untuk dimintai keterangannya kembali, misinya apa. Kalau penelitian mana izinnya. Jika terdapat pelanggaran nantinya, maka akan ditindak sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Kalau pidana akan ditindak Polisi, kalau ketenaga kerjaan ditindak Dinsosnakertrans, kalau masalah visa, Imigrasi langsung yang tangani," ujarnya.
Selain Debi, saat pemantauan di Kabupaten Kerinci, satu orang WNA dari Pakistan, yakni Jainudin juga dipanggil ke Jambi Senin pekan depan, karena diduga bermasalah.(dik)
