iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.COM, MUARATEBO - Pemerintah Kabupaten Tebo mewacanakan Program Rancangan Pengelolaan Reboisasi Hutan dan Lahan (RPRHL) pada tahun 2016 mendatang dengan jangka panjang selama lima tahun dari 2016-2021. hal ini dilakukan karena mengingat 469.641 Hektar di Kabupaten Tebo tergolong kritis.

"Program RPRHL ini sejak dulu belum pernah dilaksanakan. Karena itu dipenghujung tahun ini mulai diwacanakan.  Sekarang kami wacanakan dulu, tahun depan baru akan disusun," ujar Bambang Kadishut Tebo melalui Kabid Rehabilitasi Hutan Produksi dan Lahan, Kamis (5/11).

Dikatakannya, untuk saat ini dia belum bisa menjelaskan kepastian pelaksanaan program tersebut, begitu juga dengan bentuk kegiatannya maupun lokasi yang akan menjadi target dari RPRHL. "Ini belum bisa dipastikan, namun kami akan upayakan terlaksanaka," imbuhnya.

Kemudian, dari data Dishut Tebo Tahun 2014 diketahui bahwa lahan dan hutan yang masuk kategori kritis yaitu adalah 469.641 Hektar, dengan rincian Agak Kritis (AK) 202.028 Hektar, Kritis (K) 81.778 Hektar, Potensi Kritis (PK) 135.968 Hektar, dan Sangat Kritis (SK) 49.867 Hektar. Sedangkan yang Tidak Kritis (TK) 149.875 Hektar.(bjg)


Berita Terkait



add images