iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.COM, SENGETI  Hingga kini, di Kabupaten Muarojambi masih ditemukan sekolah yang tidak layak, salah satunya SD Perintis yang ada di Desa Tanjung Lebar, Kecamatan Bahar Selatan, Muarojambi. Dimana ditemukan siswa belajar beralaskan tanah.

Bahkan, kondisi SD ini dapat dikategorikan tidak layak pakai. Padahal, Kabupaten Muarojambi menjadikan sektor pendidikan sebagai pembangunan skala prioritas dan anggaran yang digelontorkan untuk pendidikan cukup besar.

Selain beralaskan tanah, seng sekolah ini sudah kusam alias berkarat. Siswa juga masih menggunakan meja yang kondisinya sudah rapuh dan berkursikan kursi plastik.

"Beginilah kondisinya, kita juga bingung kalau mau kita bangun secara swadaya kita tidak punya uang," kata orang tua wali yang enggan disebutkan namanya.

Dijelaskannya, di sekolah berdinding papan itu, siswa di SD rata-rata berasal dari Desa Tanjung Lebar, Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi. Sementara kondisi gedung sekolah yang rusak tersebut sudah lama dikeluhkan para siswa, mereka mengaku tidak nyaman belajar di ruang kelas yang cukup memperhatinkan.

Kepala Bidang TK/SD Dinas pendidikan Muarojambi, M Zen mengatakan, SD Tanjung Lebar tak bisa dibangun. Penyebabnya, sekolah itu terbentur dengan batas wilayah antara Kabupaten Batanghari dengan Muarojambi.

"Kalau dak itu, sudah kita bangun," katanya.(era)


Berita Terkait



add images