iklan Ilustrasi kampus STIA Setih Setio Muara Bungo
Ilustrasi kampus STIA Setih Setio Muara Bungo

JAMBIUPDATE.COM, MUARA BUNGO Aksi mahasiswa yang didukung oleh  tiga orang dosennya yang  meminta ketua STIA untuk turun dari jabatannya karna telah menjabat hingga empat periode dan tidak melakukan rapat senat pemilihan ketua STIA Setih Setio (SS) ternyata berbuntut panjang.

Seusai aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa, pihak STIA SS, menggelar demo tandingan dengan tujuan mendukung Burhanudin tetap sebagai ketua STIA SS dan meminta memecat para dosen yang mendampingi mahasiswa yang melakukan aksi.

Namun ternyata, kisruh yang terjadi tidak sampai disitu saja, akibat kisruh tersebut, salah satu Dosen kontra Ketua STIA SS di PHK tanpa ada Surat Peringatan (SP).

Yusni Seprida (34), yang tak lain dosen tetap yang mengajar di kampus STIA, di PHK oleh pihak Yayasan Setih Setio tanpa alasan yang cukup jelas.

Iya, saya di PHK terhitung 1 November tahun ini, dengan alasan tidak mendukung program kampus. Padahal kontrak mengajar saya selama 10 tahun, dan baru berjalan sekitar delapan bulan. Tapi tidak apalah, Insya Allah yang benar tetaplah benar, kata Yusni saat dikonfirmasi Minggu (1/11).

Sementara itu, Hamdan (24), salah satu Mahasiswa kontra Burhanuddin sangat menyayangkan keputusan yang dijatuhkan pihak Yayasan terhadap Dosen yang menurutnya memang benar-benar mengabdi di kampus STIA SS.

Saya rasa, keputusan pihak yayasan tidak tepat. Sepengetahuan saya, Dosen Yusni lah yang benar-benar tau keluh kesah Mahasiswanya. Asal pihak Yayasan tahu saja, banyak lagi Dosen di kampus STIA yang tidak mampu memberikan kami materi pelajaran sesuai standar materi pengajaran, bukan hanya sekedar absen dan memberikan tugas, lalu pulang. Dan ada lagi dosen yang tidak mengajar, namun honor/gajinya selalu dikeluarkan. Inikan sudah luar biasa namanya, jelas Hamdan penuh semangat.

Disesalkannya, mengapa saat seorang Dosen yang benar-benar menginginkan perbaikan sistem dan mengharapkan kampus STIA jauh lebih baik lagi, dengan adanya regenerasi kepemimpinan di STIA, malah di PHK begitu saja.

"Sepertinya memang pihak yayasan telah berpihak terhadap Burhanudin, Buktinya, pihak Yayasan menjatuhkan kesalahan kepada Dosen Yusni, tanpa mengoreksi siapa yang salah dan siapa yang salah dan siapa yang benar,"tutupnya. (hnd)


Berita Terkait



add images