iklan Murka Presiden Disadap Jenderal Polisi, Hambali Desak Kapolri Tangkap Semua Oknum 'Pengkhianat Negara'
Murka Presiden Disadap Jenderal Polisi, Hambali Desak Kapolri Tangkap Semua Oknum 'Pengkhianat Negara'

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memicu reaksi keras dari jajaran kader di daerah. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Hambali, mendesak pemerintah dan aparat berwenang untuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku yang ia sebut sebagai pengkhianat negara.

Kemarahan Politisi Senior Gerindra Jambi ini semakin memuncak menyusul informasi yang menyebutkan bahwa dugaan penyadapan tersebut melibatkan oknum berpangkat jenderal kepolisian aktif. Menurutnya, tindakan menyadap seorang kepala negara adalah bentuk kejahatan luar biasa dan pengkhianatan langsung terhadap kedaulatan negara.

BACA JUGA: Dinsos Sungai Penuh Kawal Penyaluran Modal Usaha KPM PKH, Dorong Kemandirian Ekonomi

"Saya minta kepada Kapolri, Bapak Jenderal Suyudi, usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Siapapun yang terlibat, tangkap!" tegas Hambali kepada Jambi Ekspres (6/11/2026).

Tokoh yang juga merupakan salah satu pendiri Partai Gerindra di Provinsi Jambi ini menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh pandang bulu. Ia menuntut agar semua pihak yang berada di pusaran kasus ini mulai dari pemberi perintah, pelaksana lapangan, hingga pihak yang mengetahui namun membiarkan penyadapan itu terjadi harus diseret ke meja hukum karena ini merupakan kejahatan terhadap institusi kepresidenan.

BACA JUGA: Setelah 10 Hari Air PDAM Mati, Pompa di Koto Petai Mulai Dipasang, Malam Ini Ditargetkan Normal

Sebagai loyalis yang telah berjuang bersama Prabowo Subianto sejak Partai Gerindra berdiri pada tahun 2008, Hambali mengaku tidak bisa menerima tindakan inkonstitusional tersebut.

"Kita yang diberi mandat oleh rakyat. Saya selaku pejuang Gerindra dari 2008 bersama Pak Prabowo, tidak ikhlas Pak Prabowo disadap dengan cara yang tidak benar, apalagi yang menyadap adalah jenderal polisi aktif," ungkap legislator Provinsi Jambi Dapil Bungo-Tebo ini.

Hambali kembali memberikan desakan keras kepada aparat penegak hukum agar tidak memberikan toleransi sedikit pun bagi para pelaku.

BACA JUGA: Satgas PKH Tertibkan PETI di Kawasan TNKS Merangin, 3,5 Hektare Bekas Tambang Ditemukan

"Saya minta usut tuntas. Semua yang terlibat, sekecil apapun keterlibatannya, tangkap!" pungkas Hambali. (aan)


Berita Terkait



add images