JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Perkembangan terbaru kasus penyerangan di lingkungan Polres Merangin. Sebanyak delapan orang telah diamankan bersama barang bukti senjata api rakitan dan dibawa ke Polda Jambi, Kamis (29/10/2026).
Informasi yang diperoleh Jambi Ekspres dari sumber terpercaya menyebutkan, delapan orang tersebut telah diamankan dan diberangkatkan dari Polres Merangin menuju Polda Jambi pada Kamis sore.
“Benar, 8 orang sudah diamankan bersama barang bukti senjata api rakitan dan dibawa ke Polda Jambi,” ungkap sumber terpercaya kepada Jambi Ekspres, Kamis (29/10/2026).
Pengamanan ini menjadi perkembangan terbaru setelah Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo sebelumnya memerintahkan jajarannya menangkap pelaku perusakan di lingkungan Polres Merangin dalam waktu 1 x 24 jam.
Perintah tersebut disampaikan menyusul insiden penyerangan yang diduga melibatkan puluhan anggota kelompok Suku Anak Dalam (SAD). Dalam insiden itu, kelompok tersebut dilaporkan datang dengan membawa senjata tajam dan senjata api rakitan jenis kecepek.
Sebelumnya, Kapolda Jambi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan tindakan perusakan maupun perlawanan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas.
BACA JUGA: 40 KDKMP Muaro Jambi Siap Beroperasi, Fasilitas Lengkap Mulai Mobil hingga Dump Truck
“Saya perintahkan untuk 1x24 jam ke depan ini bisa menangkap orangnya, yang melakukan kerusakan di pemangko Polres Merangin,” tegas Widodo.
Insiden tersebut diduga berkaitan dengan penindakan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin. Sebelumnya, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aktivitas PETI menggunakan mesin dompeng.
Kapolda Jambi juga meminta seluruh polres jajaran agar tidak mengendurkan penindakan terhadap aktivitas penambangan emas ilegal meskipun terjadi insiden tersebut.
“Untuk polres lain, saya imbau jangan kendor. Tetap melakukan upaya penertiban, penindakan terhadap semua kegiatan PETI yang ada di Jambi,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Jambiekspres.co.id masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian mengenai identitas delapan orang yang diamankan, status hukum mereka, serta peran masing-masing dalam insiden penyerangan tersebut.(*)
