iklan Dekranasda dan BPVP Latih Puluhan Perajin, Siap Teken MoU Kembangkan UMKM Jambi
Dekranasda dan BPVP Latih Puluhan Perajin, Siap Teken MoU Kembangkan UMKM Jambi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Upaya menaikkan kelas perajin lokal di Jambi terus digenjot. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi secara resmi menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) untuk mengasah keterampilan perajin agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi dan berdaya saing.

Langkah nyata ini diwujudkan lewat Tailor Made Training 2026 yang menyasar 32 perajin lokal pada Kamis (22/10/2026). Para peserta ini dibagi menjadi dua kelompok fokus, yakni 16 orang dilatih menjahit baju tradisional kurung basiba dan 16 lainnya fokus pada teknik membatik tulis.

BACA JUGA: Forum Kolaborasi Literasi dan Numerasi Muaro Jambi, Tanoto Foundation Dorong Perbaikan Rapor Pendidikan

Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris), menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas program, melainkan strategi mencetak sumber daya manusia (SDM) perajin yang kreatif dan mandiri.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan perajin untuk berkreasi. Baju kurung basiba dan batik tulis kita punya potensi pasar yang besar. Jika keterampilannya makin rapi dan berkelas, otomatis nilai tambah dan daya saing produk kita di luar sana juga ikut naik,” ujar Hesti.

BACA JUGA: Ribuan Santri Padati Lapangan MTQ Bungo, Dedy Putra Tegaskan Peran Santri Jaga Keutuhan Bangsa

Melihat tingginya antusiasme dan kebutuhan perajin, Hesti menyebut kerja sama dengan BPVP ini tidak akan berhenti di sini. Dalam waktu dekat, kedua belah pihak bersiap meneken Memorandum of Understanding (MoU) agar program pendampingan bagi pelaku UMKM di Jambi bisa berjalan secara berkelanjutan.

“Kita fasilitasi tempat membatiknya di Sanggar Batik Selaras Pinang Masak (Sekoja), sementara untuk praktik menjahit langsung di fasilitas Satpel PVP Jambi selama delapan hari. Ini waktu yang cukup untuk mematangkan skill, dari yang dasar sampai yang butuh peningkatan kompetensi,” jelasnya.

BACA JUGA: Langkah Awal Menuju Pentas Internasional : 86 Tim Bersaing Jadi Terbaik di Asean Youth SIC Regional Jambi

Sejalan dengan visi Dekranasda, Kepala Satpel PVP Jambi (di bawah BPVP Padang), Anton Hilman, menargetkan agar skill yang didapat perajin bisa langsung dikonversi menjadi perputaran uang.

Anton memaparkan, selain pelatihan teknis produksi, kolaborasi ini sebelumnya juga telah menyentuh aspek pemasaran digital. Pendekatan komprehensif ini sengaja dirancang agar produk yang sudah dibuat dengan bagus bisa terjual dengan optimal.

“Target utama kita adalah dampak pasca-pelatihan. Kemampuan yang diperoleh hari ini tidak boleh hanya sebatas pengetahuan di atas kertas, tapi harus jadi senjata untuk mengembangkan usaha dan mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga mereka,” tegas Anton.

Diakuinya, lewat sinergi yang makin erat antara Dekranasda dan lembaga vokasi, pengembangan industri kerajinan lokal di Provinsi Jambi diharapkan tak lagi berjalan di tempat, melainkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan UMKM di daerah. (mg3)


Berita Terkait



add images