JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, mendukung penuh pengalokasian bantuan Presiden senilai Rp30 miliar untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.
Ivan menegaskan, anggaran tersebut harus segera diterjemahkan menjadi kegiatan yang terarah, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
BACA JUGA: Ketua Hafiz Fattah Tinjau Langsung Karhutla Muaro Jambi : Pencegahan 2027 Harus Lebih Kuat
"Anggaran ini harus segera diterjemahkan menjadi kegiatan yang terarah, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Ivan Wirata kepada Jambi Ekspres (9/10/2026)
Ia merinci, dari total Rp30 miliar, alokasi terbesar diberikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi sebesar Rp18.786.254.000 atau 62,62 persen.
BACA JUGA: Formasi Baru Kabinet Al Haris : Tandry Pimpin Bappeda, Ali Jadi Inspektur - Ariansyah Kadisbudpar
Anggaran BPBD itu digunakan untuk tiga kebutuhan utama, yakni operasional pemadaman dan posko sebesar Rp5.052.314.000, pengadaan peralatan penanganan karhutla sebesar Rp13.483.940.000, serta logistik penyelamatan dan evakuasi sebesar Rp250.000.000.
Peralatan yang akan diadakan meliputi kendaraan pemadam dan komando, motor trail, pompa, selang, nozzle, alat pelindung diri (APD), mesin kapal, drone thermal, tenda, dan velbed.
Selanjutnya, sebesar Rp6.569.907.000 atau 21,90 persen yang semula ditempatkan sementara pada pos Belanja Tidak Terduga (BTT) di BKAD, dialihkan kepada RSUD Raden Mattaher untuk mendukung pelayanan kesehatan, terutama ketersediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) bagi masyarakat terdampak kabut asap.
Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mendapat alokasi Rp2.800.409.000 atau 9,33 persen untuk pengadaan obat, BMHP, serta dukungan pelayanan di lapangan. Sementara Dinas Kehutanan memperoleh Rp1.843.430.000 atau 6,14 persen untuk sarana pengendalian kebakaran dan kegiatan lapangan.
Anggaran Dinas Kehutanan tersebut meliputi pengadaan motor trail, rompi, embung, pompa, selang, sepatu boot, sumur bor, dukungan personel, konsumsi, sewa excavator, dan patroli pencegahan karhutla.
