“Ini luar biasa. Kami kaget melihat bagaimana warga menjaga hutan, menjaga sungai dan Lubuk Larangan. Ini menjadi contoh yang luar biasa,” ujarnya.
Al Haris mengatakan pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov Jambi untuk memperkuat perlindungan hutan di daerah lain. Terutama desa-desa yang selama ini berada di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ke depan, lanjut Al Haris Pemprov Jambi akan mengusulkan sejumlah desa rawan karhutla untuk dikembangkan menjadi hutan desa. Konsep tersebut diharapkan mendorong masyarakat ikut menjaga hutan sekaligus mencegah kerusakan lingkungan.
“Ke depan kita akan coba mengajukan desa-desa yang rawan karhutla untuk dijadikan hutan desa. Jadi masyarakat menjaga hutannya dengan baik, sungainya bagus dan karhutla tidak ada,” kata Al Haris.(aan)
