JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi kasus kesehatan yang terpantau di Kota Jambi di tengah kondisi kualitas udara yang sempat memburuk akibat kabut asap dan tingginya konsentrasi partikulat PM2.5.
Hingga 15 September 2026, tercatat 6.508 kasus ISPA dari total 7.422 pasien yang masuk dalam surveilans kesehatan dengan berbagai keluhan. Data tersebut disampaikan Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, saat berada di Posko Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan di Mako Damkar Kota Jambi.
"Selain ISPA, surveilans mencatat 618 kasus diare dan 296 kasus konjungtivitis. Dengan angka tersebut, ISPA menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan dalam pemantauan kesehatan masyarakat," katanya.
Perkembangan kasus menunjukkan peningkatan cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir. Pada minggu ke-32 atau akhir Agustus, jumlah kasus ISPA tercatat 2.053 kasus. Angka itu kemudian meningkat menjadi 3.437 kasus pada periode 24 Agustus hingga awal September. "Hingga 15 September jumlahnya mencapai 6.508 kasus," katanya.
BACA JUGA: Diuji di Gambut Londrang, Ini Jenis dan Spesifikasi Zat Khusus Bantu Pemadaman Karhutla di Jambi
Secara harian, jumlah kasus mengalami fluktuasi. Kasus tertinggi tercatat 501 kasus pada 26 Agustus, sedangkan terendah 221 kasus pada 12 September. Pada 15 September, tercatat 315 kasus. "Peningkatan kasus tersebut berlangsung bersamaan dengan memburuknya kualitas udara Kota Jambi," imbuhnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara kembali memburuk. Aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi dan penggunaan masker dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di tengah paparan polusi.
BACA JUGA: 5 Kepala SMPN Sungai Penuh Dicopot, Disdik Lakukan Penataan—Ini Nama Plt Pengganti
"Warga yang mengalami batuk, pilek, sesak napas atau keluhan gangguan pernapasan lainnya juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala menetap atau memburuk," imbaunya. (*)
