JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Wakil Bupati Tanjab Barat, Katamso, menegaskan, untuk penanganan Karhutla diperlukan langkah konkret dan sinergi yang kuat.
Menurutnya, setiap pihak harus memahami tugasnya, saling mendukung, dan bergerak cepat ketika muncul potensi kebakaran.
BACA JUGA: Rakor Lanjutan Penanganan Karhutla, Wabup Katamso Minta Sinergi Antar Stake Holder
Perusahaan, ujarnya, memperkuat pengawasan di wilayah konsesi, memastikan Masyarakat Peduli Api (MPA) berfungsi optimal, serta menyiapkan personel dan peralatan untuk merespons kebakaran dengan cepat. Selain itu, Polres dan Kodim juga diminta memperkuat sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar.
‘’Sektor kehutanan diharapkan mendukung penyediaan embung dan kanal di kawasan rawan,’’ ujarnya dalam Rakot Karhutla di Tanjab Barat.
Namun sayangnya, sedikitnya perusahaan yang hadir menjadi sorotan Katamso. Ia menyebut, dari 37 perusahaan yang diundang, baru 13 perusahaan yang hadir dalam forum tersebut.
“Kami meminta perusahaan yang memiliki tanggung jawab di wilayah konsesinya untuk hadir dan terlibat secara aktif. Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Data harus lengkap, personel dan peralatan harus siap, serta seluruh persyaratan operasional harus dipenuhi,” tegasnya.
BACA JUGA: MELAWAN LUPA! Kronologis Kasus Alung yang Sempat Viral, Kini Dituntut JPU Hukuman Seumur Hidup
Menurut Wakil Bupati, kesiapsiagaan tidak cukup dibahas dalam forum koordinasi, tetapi harus diterapkan di lapangan. Oleh karena itu, hasil rakor diharapkan segera ditindaklanjuti melalui deteksi dini, kesiapan personel dan peralatan, respons cepat, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sesuai kewenangan masing-masing. (sun)
