iklan Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Senget, Susi.
Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Senget, Susi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Muaro Jambi kembali mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan daging ayam potong yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Pantauan di Pasar Tradisional Sengeti menunjukkan harga cabai rawit kini mencapai Rp70 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah juga meningkat dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Hendak Bawa 2 Kg Sabu ke Jakarta Lewat Udara, Pria Asal Aceh Ditangkap BNNP Jambi

Pedagang menyebut lonjakan harga dipicu berkurangnya pasokan akibat cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah daerah sentra produksi. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen menurun sehingga distribusi cabai ke pasar menjadi terbatas.

Salah seorang pedagang, Susi, mengatakan harga cabai saat ini masih bertahan di level tinggi. Bahkan, jika cuaca panas terus berlangsung, harga diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan.

BACA JUGA: Spanyol Juara Piala Dunia FIFA 2026, Taklukkan Argentina Lewat Gol Ferran Torres di Extra Time

"Untuk stok cabai saat ini didatangkan dari Kota Jambi. Kalau cuaca masih panas dan hasil panen berkurang, kemungkinan harga bisa naik lagi," ujarnya.

Kenaikan harga tersebut dikeluhkan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga. Salah seorang warga, Arma Yulis, berharap harga kebutuhan pokok dapat segera kembali stabil karena lonjakan harga saat ini cukup membebani pengeluaran keluarga.

Menurutnya, banyak konsumen kini terpaksa mengurangi jumlah pembelian agar tetap sesuai dengan kemampuan belanja sehari-hari.

BACA JUGA: Pembobol Rumah di Jambi Selatan Dibekuk, Gasak NMAX, Emas dan Laptop Senilai Rp150 Juta

Tidak hanya cabai, harga daging ayam potong juga mengalami kenaikan dari Rp35 ribu menjadi Rp37 ribu per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras melonjak dari Rp45 ribu menjadi Rp55 ribu per papan (30 butir).

Pedagang menilai kenaikan harga ayam dan telur dipengaruhi tingginya biaya pakan ternak. Selain itu, meningkatnya permintaan pasokan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diduga turut mendorong kenaikan harga kedua komoditas tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok agar daya beli warga tetap terjaga di tengah meningkatnya harga pangan.(wan)


Berita Terkait



add images