JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Pelabuhan apung di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), roboh ke dalam sungai. Peristiwa ini diduga terjadi akibat usia bangunan yang sudah tua sehingga konstruksinya tidak lagi mampu menopang beban.
Pelabuhan yang dikenal sebagai pelabuhan pasar tersebut selama ini menjadi akses penyeberangan masyarakat sekaligus tempat bersandarnya perahu para pedagang. Namun, kondisi bangunan yang terus mengalami kerusakan akhirnya menyebabkan pelabuhan ambruk.
BACA JUGA: Danrem 042/Gapu Silaturahmi dengan Bupati Tanjab Timur, Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla
Robohnya pelabuhan tersebut menjadi perhatian warga karena selama bertahun-tahun menjadi salah satu fasilitas transportasi sungai yang penting bagi masyarakat Desa Pangkal Duri dan sekitarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, H. Taufik Hidayat, membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (13/7), ia mengatakan pihaknya telah menugaskan jajaran untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
"Kabid mau turun cek ke lokasi," ujar Taufik singkat.
Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki pelabuhan tersebut agar aktivitas masyarakat kembali normal. Selama ini pelabuhan digunakan untuk mengangkut barang, aktivitas perdagangan, hingga penyeberangan melalui jalur sungai.
"Dari dulu masyarakat di sini menggunakan pelabuhan itu sebagai tempat mengangkut barang dan penyeberangan melalui air. Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki," harap salah seorang warga.(lan)
