JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Anggota Komisi XII DPR/MPR dari Fraksi NasDem Dr H Syarif Fasha ME, menggelar sosialisasi 4 pilar serta diskusi terkait energi dan lingkungan hidup, Senin (22/6) di Rumah Aspirasi Syarif Fasha di kawasan Telanai Pura Kota Jambi.
Sosialisasi 4 pilar tersebut dihadiri sekitar 150 orang perserta yang merupakan perwakilan mahasiswa dan masyarakat umum yang ada di Kota Jambi, dan dimulai pada pukul 13.00 Wib.
BACA JUGA: Dua Polisi Diserang OTK Bersenjata Tajam Saat Atur Lalu Lintas di Depan Pasar Angso Duo Jambi
Pada kesempatan tersebut, Syarid Fasha menjelaskan 4 pilar kebangsaan tersebut, yakni pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dikatakan Fasha, Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara yang menjadi panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sementara Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) menjadi dasar hukum tertinggi yang mengatur sistem ketatanegaraan, hak dan kewajiban warga negara, serta prinsip-prinsip pemerintahan.
BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Kasus Asusila di SLBN Muaro Jambi, Sejumlah Saksi Diperiksa
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebut Fasha, menandakan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan, bukan negara federasi, yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya namun tetap satu.
‘’Disempurnakan oleh Bhinneka Tunggal Ika yang yang berarti Berbeda-beda tetapi tetap satu yang menggambarkan keberagaman masyarakat Indonesia yang tetap bersatu dalam kerangka NKRI,’’ jelasnya.
Menurut Fasha, 4 pilar ini harus digaungkan kembali.
"Lagu Indonesia Raya itu adalah alat pemersatu bangsa. Kita punya banyak beragam bahasa, tapi ketika lagu Indonesia Raya semua bisa menyanyikannya," ujarnya.
BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Komitmen Jaga Distribusi Energi di Jambi
Fasha mencotohkan, di gedung DPR/MPR setiap jam 10.00 pagi diputar lagu Indonesia Raya, semua kegiatan harus dihentikan.
Beberapa fungsi empat pilar kebangsaan, kata Fasha, antara lain, sebagai tiang penyangga yang kokoh agar rakyat Indonesia merasa aman, nyaman, tentram dan sejahtera. Sebagai dasar untuk mempersatukan dan membangun bangsa Indonesia. Mengingatkan kembali kepada seluruh komponen bangsa agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan.
Menjaga moralitas generasi penerus bangsa tetap terjaga walaupun adanya gempuran budaya asing serta mencegah paham radikalisme di Indonesia.
Disela-sela sosialisasi, Fasha menjelaskan kalau dirinya duduk di Komisi XII yang bermitra dengan sejumlah kementerian dan lembaga negara.
Mitra Kerja Komisi XII DPR RI, yakni Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dewan Energi Nasional (DEN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Informasi Geospasial (BIG).
Dalam sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa antusias memberikan pertanyaan seputar kondisi Jambi, dan juga berkaitan dengan mitra Komisi XII.
Menjawab pertanyaan ini, Fasha mengatakan, saat ini pengelolalaan sumber daya alam di Jambi belum maksimal.
"Pengelolaan sumber daya di Jambi belum maksinal, padahal SDA Jambi sangat banyak, seperti batubara," ujarnya.
Sementara, kata Fasha, saat menjabat Wali Kota Jambi, ia membuat perwal tentang larangan angkutan batubara.
"Dulu truk batubara yang melanggar masuk kota semua kena denda 20 juta. Ini shock terapy bagi sopir batubara. Kalau sekarang saya tidak bisa berbuat apa-apa karena bukan wali kota," katanya. (*)
