Sementara itu juga, Dirjen penerbangan RI yang diwakili Kepala Bagian Humas dan Umum Endah Purnama Sari menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan mengapresiasi Pembukaan Rute Jakarta–Muara bungo.
Dikatakannya, Kementerian Perhubungan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, pengelola Bandar Udara Muara Bungo, serta maskapai Batik air atas dukungan dan komitmen mereka dalam terwujudnya pembukaan rute penerbangan Jakarta–Muara bungo. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas nasional dan mendorong perkembangan ekonomi daerah. "Penerbangan baru tersebut diharapkan mempersingkat waktu perjalanan serta membuka akses lebih luas bagi investasi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat. Kabupaten Bungo disebut memiliki posisi strategis sebagai gerbang wilayah barat Provinsi Jambi. Berada di jalur tengah Sumatera, Bungo menjadi pusat aktivitas ekonomi yang melayani daerah sekitar seperti Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, Solok Selatan, Tebo, hingga Dhamasraya di Sumatera Barat. Dengan hadirnya rute ini, diharapkan arus orang dan barang antarwilayah semakin lancar sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan konektivitas antarprovinsi," ungkapnya.
Ditempat yang sama, Direktur Utama Batik air Danel Putu Kunciro menyampaikan, pada penerbangan perdana ini, pesawat mengangkut 139 penumpang. Menurutnya, pihak maskapai optimis jumlah penumpang bisa tembus 125 orang setiap hari, didukung potensi pariwisata, sawit, emas, dan batu bara Muara Bungo. “Namun pihak maskapai juga mencatat perlunya perbaikan sistem penanganan bagasi dan kelengkapan fasilitas bandara agar konektivitas berjalan optimal,” katanya. (*)
