iklan Diduga Palsukan Dokumen, Tiga Yayasan Pengelola MBG Dilaporkan Mitra SPPG ke Polda Jambi
Diduga Palsukan Dokumen, Tiga Yayasan Pengelola MBG Dilaporkan Mitra SPPG ke Polda Jambi

"Ini program prioritas pemerintah. Kami sebagai pemilik dapur juga ingin melakukan pengawasan terhadap program pemerintah," katanya.

Sementara itu, Kepala Yayasan Nuansa Mitra Sejati, Novillya Dewi, membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Novi menegaskan tidak pernah melakukan pemalsuan maupun manipulasi dokumen sebagaimana yang dilaporkan.

"Kita sudah klarifikasi ke Polda Jambi. Saya jawab sesuai kapasitas saya bahwa memang ada tuduhan laporan kita memalsukan satu dokumen. Saya tidak merasa melakukan dokumen tersebut," ujar Novi.

Novi menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional, yayasan memiliki tugas sebagai penerima bantuan, merekrut tenaga kerja, hingga melakukan kerja sama dengan pemasok kebutuhan program.

Terkait dokumen yang diserahkan kepada BGN, Novi menyebut proses administrasi dikerjakan oleh tim administrasi yayasan.

"Itu dikerjakan oleh semua admin-admin kita. Saya fokusnya ke makanan dan gizi anak," katanya.

Novi juga tidak membantah bahwa dirinya dan suaminya berstatus ASN dan anggota Polri aktif. Namun, ia menegaskan yayasan yang dikelola merupakan yayasan mandiri dan tidak berkaitan dengan institusi Polri.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada aparat kepolisian dan siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.

"Kita kelola mandiri, bukan yayasan milik Polri. Ini sifatnya non profit, dan soal status ASN maupun Polri tidak ada yang kita sembunyikan," ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, saat ini laporan dugaan pemalsuan dokumen ini sedang proses penyelidikan.

"Masih proses Lidik mas, dari penyidik menyampaikan saat ini sdh berproses di tahap penyelidikan," katanya.(*)


Berita Terkait



add images