JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Skandal perselingkuhan yang menyeret pria berinisial S alias Bujang di Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, berujung ricuh. Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai pelapor dalam kasus guru honorer itu kini justru menjadi sorotan setelah diduga tertangkap basah berbuat mesum dengan perempuan bersuami.
Peristiwa itu memicu kemarahan warga. Apalagi, aksi dugaan perselingkuhan tersebut terjadi saat suami sah perempuan berinisial D tengah bekerja di luar rumah.
BACA JUGA: Harga Udang Ketak di Kuala Jambi Stabil, Pasokan Berkurang Akibat Tangkapan Nelayan Menurun
Informasi yang beredar cepat melalui video viral di media sosial membuat suasana desa memanas. Warga menilai perbuatan tersebut tidak hanya melanggar norma agama dan sosial, tetapi juga mencoreng adat istiadat setempat yang masih dijunjung tinggi.
Kapolsek Kumpeh, Iptu Aris Israwan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa mencuat pada Rabu malam, 25 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB, saat digelar sidang adat di Kantor Desa Pematang Raman untuk menyelesaikan dugaan kasus perselingkuhan itu.
BACA JUGA: Koperasi SMR Diduga Jual Beli Lahan HGU di Sarolangun, Ratusan Hektare Plasma Beralih Kepemilikan
Namun, situasi justru semakin memanas setelah S alias Bujang tidak menghadiri sidang adat yang telah dijadwalkan. Ketidakhadiran tersebut memicu kekecewaan warga, yang menganggapnya sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap hukum adat.
Puncaknya, emosi massa tak terbendung. Warga berbondong-bondong mendatangi rumah S dan melakukan aksi penggerudukan. Dalam insiden tersebut, rumah milik S dilaporkan mengalami kerusakan akibat amukan massa.
BACA JUGA: 3 Perusahaan Masih Nunggak Bayar THR, Disnakertrans Provinsi Jambi sudah Selesaikan 19 Aduan Pekerja
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan upaya pengamanan dan mengimbau masyarakat untuk menahan diri agar situasi tidak semakin meluas. Kasus ini juga menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat desa.
"Masyarakat aktifitas seperti biasa," katanya. (wan)
