Kecurigaan Dewi meningkat setelah melihat gelagat pemilik sepeda motor tersebut yang kerap memantau mereka. Tak lama setelah itu, sepeda motor tersebut telah dijual.
"Bahkan, pemilik sepeda motor itu sudah dipanggil sebanyak tiga kali sebagai saksi, tetapi tidak pernah datang," kata Dewi.
Kejanggalan berikutnya adalah data di Handphone Dedi yang telah hilang. Kata Dewi, polisi menyebut semua data yang ada di handphone Dedi hilang, sehingga tidak ditemukan jejak komunikasi Dedi dengan pihak manapun.
Padahal kata Dewi, mereka sebelumnya telah menyerahkan nomor telepon yang terakhir kali menelepon Dedi.
Pihak Polda kata Dewi justru menyalahkan keluarga, karena mencabut kartu telepon yang kata Polisi hal itu membuat data di Handphone Dedi hilang.
"Katanya, kenapa kami keluarkan kartu dari HP, sehingga datanya hilang. Jadi tidak ada jejak komunikasi yang ditemukan di HP adik saya," katanya.
Berbagai upaya dilakukan oleh Dewi untuk mengungkap kematian adiknya itu. Secara konsisten dia mengunggah setiap proses yang dia lakukan ke media sosial, agar mendapatkan perhatian semua pihak.
Dia juga telah bersurat ke Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar dan Wakapolda Jambi Brigjen Pol Benny Ali.
"Suratnya sudah direspons, tapi diteruskan ke Ditreskrimum, tapi ya tidak ada kejelasan juga," jelasnya.
Mengenai hal ini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi Kombes Pol Jimy Chirstian Samma dan Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji belum merespons terkait perkembangan kasus tersebut.
Diketahui,Dedi ditemukan tewas di kamarnya 19 Mei 2025 sempat menyisakan tanda tanya besar. Dia ditemukan terbujur kaku di atas kasur dengan mata dan pundak lebam, serta luka di bagian belakang kepala.
Meski sempat dibawa ke RS DKT Jambi, pihak medis memastikan Dedi sudah meninggal. Keluarga menyebut polisi sempat menyatakan korban tewas karena kecelakaan, namun tidak ada tanda luka lecet di tubuh maupun kerusakan pada sepeda motor dan helm milik Dedi.
“Saat dimandikan (sebelum pemakaman), selain dari lebam, tubuh adik saya mulus sekali, tidak ada lecet sama sekali,” kata Dewi.
Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah rekaman CCTV memperlihatkan Dedi masih sehat pada malam sebelum kematiannya.(*)
