JAMBIUPDATE.CO, KERINCI– Aspirasi masyarakat di wilayah Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci, akhirnya terwujud. Pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antara Desa Pungut Mudik dan Desa Sungai Tutung kini tengah dikerjakan secara intensif guna meningkatkan akses dan mobilitas warga setempat.
Selama bertahun-tahun, masyarakat harus berjibaku dengan kondisi jalan tanah yang berlumpur dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan akses menuju pusat pemerintahan.
BACA JUGA: Alfamart di Citra Raya City Dibobol Maling, Uang Rp 20 Juta dan Ratusan Bungkus Rokok Raib
Perwakilan warga dari Desa Pungut Mudik, Pungut Tengah, serta desa-desa lain di kawasan Renah Pemetik menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci atas terealisasinya pembangunan jalan tersebut. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, dr. Surmila Apri Yulisa, yang dinilai konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2025.
“Jalan ini sangat kami harapkan sejak lama. Sekarang sudah mulai dibangun, tentu ini membawa harapan besar bagi masyarakat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
BACA JUGA: Sidak Pertamina di Tebo, Sejumlah Pangkalan Jual Gas LPG 3 Kg di Atas HET hingga Rp25 Ribu
Pengerjaan proyek melibatkan sejumlah alat berat, seperti excavator, dump truck, serta road roller untuk proses pengerasan. Sebelumnya, jalur ini dikenal sebagai akses ekstrem karena kendaraan roda empat kerap terjebak lumpur dengan kedalaman cukup parah.
Masyarakat berharap pembangunan jalan tersebut dapat dilanjutkan secara bertahap pada tahun 2026 hingga tersambung sepenuhnya ke Desa Sungai Tutung. Jalur ini dinilai strategis karena menjadi akses tercepat menuju pusat pemerintahan kecamatan maupun ibu kota kabupaten.
Selain memperlancar mobilitas, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai diharapkan mampu menekan biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Renah Pemetik.
Dengan akses yang lebih baik, peningkatan kesejahteraan warga pun diharapkan dapat segera terwujud.(Hdp)
