JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN – Delapan orang pekerja Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, pada selasa sore (20/01/2026), ditemukan tewas tertimbun tanah longsor saat melakukan aktivitas pencarian emas di kawasan PETI tersebut.
Informasi yang di peroleh media ini, hingga pagi rabu, sebanyak delapan korban meninggal dunia yang ditemukan akibat tertimbun material tanah galian di lokasi PETI yang berada di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 Wib, saat para korban tengah melakukan aktivitas menebeng atau mencari emas di lubang galian. Longsornya tebing tambang diduga dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan runtuh secara tiba-tiba.
Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH, saat dikonfirmasi via seluler tidak membantah kejadian tersebut. Dikatakan AKBP Wendi Oktariansyah, bahwa hingga rabu pagi terdapat delapan korban meninggal dunia dan empat orang dalam kondisi luka-luka.
"Sampai sekarang sudah ada 12 korban yang tertimbun longsor (Lokasi PETI), delapan meninggal dunia dan empat luka,"katanya.
Saat ditanya apakah masih banyak korban lain yang saat ini tertimbun di longsor PETI, AKBP Wendi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih dalam evaluasi sehingga belum diketahui jumlah pasti korban yang tertimbun longsor penambangan emas tanpa izin.
"Pagi ini kita turun langsung melihat ke lokasi PETI untuk membantu evakuasi,"singkatnya.
BACA JUGA: Ini Dia Jadwal dan Langkah 4 Tim ke Semi Final Gubernur Cup Jambi 2026
Sementara itu, informasi yang di himpun awak media ini, terdapat puluhan pekerja PETI yang melakukan aktivitas sebelum kejadian tanah longsor tersebut. (hnd)
