iklan
Candi ini, lanjut Al Haris, sebetulnya bila di kelola menjadi sumber ekonomi baru bagi warga sekitar. “Nah tinggal warga yang memanfaatkan ini semua, dengan membangun homestay dan tempat kulinernya. Tugas kita, promosikan Candi ini dahulu. Sarananya di bua tlebih baik. Sudahlayak, akan menguntungkan masyarakat sekitar candi,” tandasnya.
Sementara itu, Program Director BaktiLingkunganDjarum Foundation, F.X. Supanji, mengatakan, setelah melihat langsung kawasanpercandianMuaro Jambi, dirinya takjub dengan Candi Muaro Jambi.

Selainitu, melaluikegiatan penanaman pohon ini dirinya berharapdapat menularkan kesadaran kepada masyarakat untuk menyadari bahwa situs dan lingkungan sangat berharga.
“Saya harap yang ikut kegiatan ini menularkan kesadaran bahwa situs dan lingkunganini sangat berharga. Tanpalingkungan yang baik, tidakmungkininimenarik. Itu bukan tujuan utama, tetapi pasti ada pengaruhnya,” katanya.

Terpisah, Kepala Balai PelestarianKebudayaan (BPK) Wilayah V, Agus Widiatmoko mengatakan, kawasan percandian 3981 hektareinieksis pada abad 7 hingga 12 Masehi. Dahulu, berperan sebagai universitas atau pusat pendidikan agama dan filsafat Buddha. Berbagai bangsa, termasukdari India dan Cina, belajar di percandian itu. “Kawasan inimemiliki candi yang fungsinya macam-macam. Bukan bangunan tempat ibadah saja, initerindikasi dahulu menjadi tempat belajar. Setiapkomponencandi, punya atributnya masing-masing,” kata Agus.

Setelahsimbolispenanamanpohon oleh Gubernur Jambi, dilanjutkandengantalkshowbersamaKabidPengendalianPencemaran dan Kerusakan Dinas LingkunganHidupProvinsi Jambi, AsnellyRidhaDaulay dan perwakilananakmuda, Andovi Da Lopez sertaAbex yang memberikan tips kepadagenerasimudadalammerawatlingkungan di sekitar wilayah tempattinggalnya.

Untuk diketahui, kegiatan penanaman pohon melalui kegiatan Candi SadarLingkungan dilaksanakan BLDF sejak 2019, Pertama kali ke sumatera setelahsebelumnya di 9 kawasancandi di jawa. Penanaman 11.920 pohon dan semak itu dilakukan di 4 Candi di kawasan percandianMuaro Jambi yaitu Candi Kedaton, Candi Gumpung, Candi Tinggi I, dan Candi Tinggi II.(*)


Berita Terkait



add images