Ia menambahkan, mengingat progres pekerjaan fisik yang masih rendah dan waktu pengerjaan dipercepat maka perlu dukungan dari pemerintah daerah. Belum ada masalah yang signifikan artinya masih bisa dikoordinasikan.
“Target selesainya Juli 2024. Ini kebijakan dari pemerintah, makin cepat makin bagus, yang tadinya dikontrak 20 bulan menjadi 13 bulan artinya Juli 2024 sudah bisa difungsikan,” sebutnya.
Sebelumnya, pembangunan jalan tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 di Provinsi Jambi, yang melewati dua desa, yaitu Desa Muara Sebapo dan Desa Sungai Landai, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, masih terus dilakukan. Saat ini masuk pada tahap Land Clearing atau pembukaan lahan.
Dari dua desa itu, trase jalan tol dengan total sepanjang 15,47 kilometer itu, ternyata masih ada daerah atau kawasan yang belum dibebaskan.
Terkait itu, Pemerintah Provinsi Jambi (Pemprov), sudah berkirim surat kepada Pj Bupati Muaro Jambi, untuk ikut membantu dan memfasilitasi permasalahan tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman mengatakan, progres jalan tol tersebut saat ini sudah dalam tahapan land clearing atau pembersihan.
Sejauh ini kata Sudirman, tahapan pembangunan, ada beberapa catatan, terutama terkait pembebas lahan yang belum rampung.
“Masih ada daerah-daerah yang memang belum dibebaskan. Karena ada masjid dan lahan yang dimiliki oleh perusahaan,” kata Sekda Sudirman.
“Land clearing dilakukan 10 hari yang lalu. Dan, yang masih nyangkut diupayakan untuk difasilitasi dulu oleh Pj Bupati Muaro Jambi. Target selesai pekerjaan jalan tol Jambi-Betung akhir 2024,” akunya. (aba)
