JAMBIUPDATE.CO, MOSKOW- ”Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, Kherson – Russia!” Tulisan itu terpampang di papan iklan di Lapangan Merah, Moskow, Rusia.

Di dekatnya terdapat beberapa layar video berukuran besar. Area tersebut telah disiapkan pemerintah Negeri Beruang Merah itu untuk menyiarkan laporan saat Presiden Vladimir Putin secara resmi mengumumkan bergabungnya empat wilayah Ukraina tersebut.

Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson menggelar referendum pada 23–27 September untuk bergabung dengan Rusia. Pemberontak Ukraina mendatangi satu per satu penduduk agar mereka mengisi balot.

Petugas datang bersama milisi bersenjata. Itu dianggap sebagai intimidasi kepada warga yang mungkin masih setia terhadap Ukraina.

Kemarin (28/9) pemberontak pro-Rusia itu mengklaim kemenangan dalam referendum yang oleh kalangan Ukraina disebut sebagai ”pemilihan suara aneksasi” tersebut. Mayoritas penduduk memilih bergabung dengan Moskow.

Rusia mengklaim jumlahnya hampir 100 persen. Pejabat Rusia yang ditempatkan di Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson meminta Putin untuk segera memasukkan empat wilayah tersebut sebagai bagian dari Rusia.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, Putin mungkin mengumumkan pencaplokan wilayah yang diduduki Moskow selama pidatonya di parlemen besok (30/9).

Langkah yang diambil Putin itu serupa dengan ketika dia mencaplok wilayah Ukraina, Krimea, pada 2014. Outlet berita yang dikendalikan Rusia, RIA Novosti, menulis bahwa Kremlin mungkin secara resmi mencaplok wilayah yang menggelar referendum itu pada 4 Oktober.


Komentar

Rekomendasi




add images