ILUSTRASI.
ILUSTRASI.

Mayo Clinic melaporkan bahwa organ yang terdampak parah dari Covid-19 adalah paru-paru selain jantung dan otak.

“Jenis pneumonia sering dikaitkan dengan kasus Covid-19 karena menyebabkan kerusakan terhadap kantung udara kecil (alveoli) di dalam paru-paru. Efek dari hal tersebut menyebabkan kerusakan pada jaringan dan menimbulkan masalah kesehatan pernapasan dalam jangka waktu yang panjang.” tulis keterangan dari Mayo Clinic.

Sebelumnya berdasarkan informasi yang tersebar di medsos dikatakan bahwa efek yang parah dari virus corona menyebabkan paru-paru penyintas Covid-19 lebih parah dari para perokok jangka panjang.

Dilansir dari Wusa9, dua ahli paru menyatakan setuju terhadap informasi tersebut.

Namun, mereka meyakini bahwa kerusakan tersebut tidak dapat terjadi pada seluruh kasus Covid-19.

Tidak semua paru-paru dari orang yang pulih Covid-19 dapat lebih buruk seperti kabar yang tersebar.

“Paru-paru pasien Covid-19 yang parah akan lebih buruk dari pada paru-paru perokok. Tapi pada kasus ringan, kemungkinan tidak.” ujar Dr. Panagis Galiatsatos di Johns Hopkins School of Medicine.

Sambil menambahkan Dr. Galiatsatos menjelaskan bahwa ganasnya Covid-19 bahkan dalam kasus yang ringan dapat merusak paru-paru seperti satu dekade merokok.


Komentar

Rekomendasi




add images