JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pembangunan Gedung Poliklinik dan Laboratorium PCR RSUD STS Tebo saat ini mulai dilaksanakan. Gedung yang direncanakan dibangun 3 lantai tersebut, menelan anggaran sebesar 36 Miliar rupiah dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Direktur RSUD STS, dr. Oktavienni menyebutkan, sesuai dengan arahan Bupati Sukandar, fasilitas ini merupakan solusi terhadap percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Tebo.

Dengan adanya Laboratorium ini akan mempercepat hasil pemeriksaan Covid-19 yang dulunya dengan proses yang panjang hingga memakan waktu dua Minggu menjadi 24 Jam saja.

"Dulu RS memiliki keterbatasan, harus mengirimkan sampel ke Provinsi Jambi yang hasilnya keluar dalam waktu 2- 3 minggu. Dengan adanya Laboratorium PCR ini dapat mempercepat penegakan diagnosa dan pemberian terapi oleh nakes dalam melayani pasien,’’  ujarnya.

"Besar harapan kami dengan adanya laboratorium PCR ini dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap penanganan pandemi Covid 19 di Kabupaten Tebo," pungkas dr. Octavienni.

Ia juga menyebutkan peran besar dari Hj. Saniatul Lativa tidak terlepas dari suksesnya pembangunan tersebut. Dirinya  menegaskan pembangunan gedung ini ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi RSUD STS dalam meningkatkan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan zaman.

"Apresiasi untuk Ibu Hj. Saniatul Lativa untuk bantuan serta suportnya terhadap pembangunan gedung ini dari tahapan usulan sampai disetujui oleh pihak Kementrian Kesehatan RI, Pembangunan ini juga selaras dengan visi dan misi kami dalam mewujudkan harapan masyarakat Kabupaten Tebo terhadap mutu pelayanan rumah sakit," tegasnya.

Bupati Tebo, Dr. H. Sukandar, S.Kom, M.Si saat pelatakan batu pertama kemarin mengatakan pembangunan poliklinik ini merupakan upaya besama untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk masyarakat.

"Saya berharap selesainya nanti dibangun gedung poliklinik ini, teman teman sejawat dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Kemudian masyarakat dapat pelayanan terbaik ketika ada kunjungan baik itu yang berobat atau yang lainnya," ujarnya. (pas)

 

 

 

 

 


Komentar

Rekomendasi




add images