Pengemudi Transportasi Umum dan Online menerima Vaksinasi secara geratis di terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, Jumat (5/03). Sebanyak 1000 Pengemudi mendapatkan Vaksinasi dosis pertama di Terminal Porispelawad Kota Tangerang, vaksinasi melalui Dinas Kesehatan (DINKES) yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (DISHUB) guna pencegahan penularan Covid-19 diangkutan umum.
Pengemudi Transportasi Umum dan Online menerima Vaksinasi secara geratis di terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, Jumat (5/03). Sebanyak 1000 Pengemudi mendapatkan Vaksinasi dosis pertama di Terminal Porispelawad Kota Tangerang, vaksinasi melalui Dinas Kesehatan (DINKES) yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (DISHUB) guna pencegahan penularan Covid-19 diangkutan umum. (FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Orang lanjut usia (lansia) memerlukan jarak 28 hari untuk vaksinasi COVID-19 kedua, berbeda dari kategori penerima vaksin berusia 18-59 tahun yang perlu jarak 14 hari.

“Ada perbedaan karena pada lansia menurut penelitian, dengan 0-28 hari ternyata antibodi lebih baik, optimal, lebih tinggi dari 0-14 hari,” ujar Ketua Tim Vaksinasi COVID-19 PB IDI Iris Rengganis dalam diskusi virtual bertema “Kupas Tuntas Nutrisi dan Vaksin COVID-19 untuk Lansia”, Minggu (7/3).

Menurut Konsultan Alergi Imunologi di RSCM/FKUI itu, lansia memerlukan waktu lebih lama untuk membentuk antibodi dan rentang waktu untuk pemberian vaksin kedua 0-14 hari setelah vaksinasi COVID-19 pertama dinilai belum cukup.

Belum lagi ada degenerasi sistem imunitas pada lansia yang menyebabkan pembentukan antibodi lebih lama ketimbang kelompok usia lebih muda.

“Suntikan pertama baru membentuk antibodi tetapi belum yang protektif. Antibodi terbentuk sudah mengenak virus yang masuk dalam tubuh melalui vaksin kemudian perlahan meningkat.

“Pada vaksinasi kedua, barulah antibodi naik ke level protektif atau antibodi netralisasi yang bisa melindungi tubuh dari virus,” kata Iris.

Vaksin yang diberikan antara dua kategori usia ini sama yakni Sinovac dengan dosis 0,5 ml IM yang dimasukkan ke dalam otot melalui suntikan.


Komentar

Rekomendasi




add images