(Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Wilayah barat Indonesia diminta siaga. Wilayah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) berada pada kategori siaga terhadap potensi terdampak banjir dan banjir bandang.

Potensi tersebut mengacu pada prakiraan cuaca yang terpantau oleh BMKG. Kondisi ini berlaku hari ini (22/1) hingga besok (23/1). Beberapa wilayah terpantau berpotensi hujan lebat, khususnya wilayah Aceh dan Sumut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, merespon informasi ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan bahaya hidrometeorologi, seperti banjir dan banjir bandang.

“Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 23 wilayah administrasi setingkat kabupaten dan kota di Provinsi Aceh teridentifikasi berpotensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi,” terangnya lewat keterangan resmi, Kamis (21/1).

Sedangkan pada bahaya banjir bandang, Aceh juga memiliki potensi dengan kategori yang sama di 20 wilayah. Dapat dilihat dengan aplikasi Info BMKG, pada 23 Januari, prakiraan curah hujan di Aceh Timur terjadi hujan ringan hingga lebat.

Pada wilayah Sumut, sebanyak 33 wilayah administrasi kabupaten dan kota berada pada potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi, sedangkan 30 untuk banjir bandang.

Di samping kedua provinsi tersebut, BMKG merilis provinsi dengan tingkat waspada terhadap potensi dampak banjir dan banjir bandang berdasarkan analisis prakiraan cuaca.

 

Berikut wilayah dengan status waspada, yaitu Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Satu hal yang patut diwaspadai di wilayah Kalimantan Selatan. Provinsi ini mengalami banjir meluas di 11 wilayah administrasi kabupaten dan kota beberapa hari terakhir.

Perkembangan Banjir dan Longsor Kota Manado

Banjir yang melanda Kota Manado dilaporkan BPBD setempat telah surut. Warga telah kembali ke rumah masing-masing. Perkembangan terkini pada Kamis (21/2), pukul 10.00 WIB, 10 kecamatan di Kota Manado terdampak banjir dan longsor. Kesepuluh kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Tikala, Paal Dua, Malalayang, Sario, Bunaken, Tuminting, Mapanget, Tikala, Singkil dan Wenang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Manado telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan tanah longsor di wilayahnya melalui SK no 15/kep/B.06/BPBD/2021. Status ini berlaku sejak 15 hingga 28 Januari 2021. Dalam menghadapi potensi bahaya yang terjadi, Pemkot juga menetapkan struktur komando penanganan darurat bencana hidrometeorologi. Organisasi komando ini berlangsung pada 15 Januari hingga 13 Februari.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara menetapkan surat keputusan status siaga darurat banjir dan tanah longsor dengan Nomor 384 Tahun 2020. Penetapan status siaga berlangsung sejak 21 Desember 2020 sampai 18 Februari 2021. Selain itu, pemerintah provinsi membentuk dan mengaktivasi Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana banjir dan longsor.

Banjir dan longsor yang terjadi pada Sabtu lalu (16/1), pukul 15.09 waktu setempat mengakibatkan 6 orang meninggal dunia, 639 KK atau 2.052 jiwa terdampak banjir dan 62 KK atau 217 jiwa terdampak longsor. (khf/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Komentar

Rekomendasi




add images