Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN- Selama pandemi covid 19, jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sarolangun mengalami peningkatan.

"Kekerasan perempuan dan anak ini didominasi dengan kasus pelecehan seksual. Untuk pelakunya tidak orang lain.  Akan tetapi orang terdekatnya, seperti ayah kandung dan ayah tiri,” kata Plt Kadis DP3A Sarolangun, Febriati SE.

Dari data yang masuk di DP3A, dari Januari-Agustus 2020, tercatat ada 14 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Jumlah tersebut bisa saja bertambah karena masih terdapat kasus-kasus kekerasan ataupun pelecehan yang tidak dilaporkan kepada pihak DP3A Sarolangun.

"Untuk itu pihak kita juga terus melakukan sosialisasi kemasyarakat dan juga sekolah-sekolah saat sebelum adanya pendemi covid 19," ujarnya. (hnd)


Komentar

Berita Terkait

9 Ha Lahan PT Kharisma di Kemingking Dalam Dilalap Api

Penelitian Situs Perahu Kuno Lambur Dilanjutkan

Enam Kecamatan di Tebo Rawan Karhutla

KPPN Kualatungkal Salurkan Gaji Ke-13 Sebesar 7,9 Milliar

Siaga Karhutla, BPBD Batanghari Tetapkan 5 Cluster

Pegawai Kantor Pajak Bungo Positif Covid-19

Rekomendasi




add images