iklan Pesawat Garuda Indonesia  Max8.
Pesawat Garuda Indonesia Max8. (net)

Kedua, perusahaan berencana mencari pendanaan lewat private placementobligasi senilai USD750 juta. Instrumen ini akan jatuh tempo selambat-lambatnya pada 2024.

Ketiga, Garuda Indonesia akan menggunakan skema peer to peer lending atau pinjaman online dengan nilai USD500 juta. Perusahaan akan membayar bunga setiap tiga bulan sekali.

Peneliti Institute for Development of Economiccs and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan, sepakat yang dilakukan Garuda Indonesia yang memang harus berbenah secara menyeluruh.

“Baguslah Garuda Indonesia. Memang harus berbenah total. Termasuk soal keuangan melalui rencan utangnya,” kata dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (1/1).

Sebelumnya, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda, Fuad Rizal menyampaikan berencana mencari utang hingga USD900 juta. Uang tersebut sebagian untuk membayar utang jatuh tempo sebesar USD500. Dan, sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Utang yang jatuh tempo tersebut merupakan sukuk, dan sudah berjalan sejak 2015.

(din/fin)

 


Berita Terkait



add images