iklan Bupati Kerinci, H Adirozal.
Bupati Kerinci, H Adirozal.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Setelah disampaikan usulan jalan evakuasi pada saat kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Beberapa waktu lalu ke kabupaten Kerinci, pihak kementerian langsung menindak lanjuti usulan tersebut.

Bahkan, Dirjen LHK RI berkunjung ke kabupaten Kerinci, pada Selasa (17/7) untuk membahas usulan jalan evakuasi yang diajukan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI beberapa waktu lalu.

Bupati Kerinci, H Adirozal, saat Persentase soal jalan evakuasi, usai sarapan pagi bersama dengan Dirjen KSDAE, Dirjen FIKA dan Kepala BBTNKS, di rumah Dinas Bupati Kerinci (18/7), menyampaikan bahwa jalan evakusi sangat dibutuhkan masyarakat kabupaten Kerinci.

"Di Kerinci sebagian besar Kerinci masuk wilayah TNKS. Namun, Satu sisi Kerinci memiliki Gunung Merapi yang aktif, Jika terjadi letusan gunung Kerinci, hanya ada Dua jalan Jalan menuju Merangin dan Solok Selatan," jelasnya.

Berkaitan hal tersebut, makanya Pemkab Kerinci mengusulkan jalan evakuasi jika suatu waktu terjadi letusan Gunung Kerinci. "Kalau jalan menuju Merangin dan Solok Selatan sama-sama terjal dan berbukit, makanya hal ini membutuhkan jalan evakuasi," tambahnya.

Dia menyebutkan, ada jalan yang sudah ada di dalam kawasan hutan TNKS yang sejak zaman belanda dahulu seperti jalan dari Sungai Kuning, menuju ke desa Mengkuang, kabupaten Bungo. Dimana, melintasi hutan tnks sekitar 12 km.

"Ada sekitar 12 km yang melewati TNKS, dimana jalan tersebut telah ada sejak belum ditetapkan kawasan TNKS," terangnya.

Dirinya berharap, dengan Kunjungan Dirjen KSDAE, Dirjen FIKA dan Kepala BBTNKS, ke kabupaten Kerinci, bisa mempercepat jalan usulan jalan evakuasi. "Jalan ini kepentingan bersama jika suatu waktu terjadi bencana letusan gunung Kerinci," tandasnya. (adi)


Berita Terkait



add images