iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN Serapan anggaran di Kabupaten Sarolangun, hingga saat ini ternyata masih dalam kategori rendah. Pasalnya, sampai semester I tahun 2018 ini baru mencapai 20,34 persen. Dikatakan masih sangat minim, mengingat saat ini sudah masuk pertengahan Juli.

Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri, saat dimintai komentarnya mengatakan, bahwa minimnya serapan anggaran tersebut disebabkan karena beberapa faktor.

Menurutnya faktor yang dilihat saat ini belum adanya pengambilan uang muka dari berbagai proyek yang sudah dilakukan pelelangan oleh ULP Sarolangun.

Kita akui, serapan anggaran masih relatif kecil, karena belum mengambil uang muka yang sudah proses lelang, dan saya sudah minta kepala ULP agar meninventarisir yang mana saja yang sudah dan yang belum proses lelang, apa masalahnya, jika belum agar disegerakan untuk proses lelang, ujarnya.

Ia juga menyebutkan pada akhir bulan ini, serapan anggaran akan meningkat, paling tidak mencapai 50 persen. Namun, seharusnya kata Wabup, pada triwulan ketiga nanti serapan anggaran sudah mencapai 60 persen lebih.

Insa Allah akhir bulan ini, serapan kita sudah meningkat mencapai 50 persen lebih. Dan saya ingatakan, apapun yang kita lakukan proses lelang dilakukan secara prosedural, tentu dibuat dengan adanya kontrak, masalah pembatalan silahkan tanya ULP sebagai tekhnisnya, ungkapnya.

Maka dari itu, dirinya berharap, dinas terkait bisa segera menyelesai permasalahan yang ada. Menggingat saat ini sudah penghujung bulan Juli. (hnd)


Berita Terkait



add images