iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Memasuki musim kemarau panjang tahun ini (2018), Bupati Sarolangun, Drs H Cek Endra menetapkan siaga status kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pasalnya, saat ini sudah memasuki musim kemarau, yang diprediksi hingga sampai bulan September mendatang.

Trianto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Kabid Kedaruratan, Yen Iswadi mengatakan, bahwa pihaknya memantau ada tujuh titik hotspot (panas,red), di sejumlah Kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun, yakni Di Kecamatan Mandiangin, Kecamatan Pauh, Kecamatan Sarolangun dan Kecamatan Cermin Nan Gedang.

"Titik hotspot ada 7 titik terpantau tadi malam, dan hari ini (kemarin,red) kita lakukan pengecekan, apakah memang ada api atau tidak," katanya.

Disampaikannya, pengecekan titik hotspot itu, dilakukan oleh tim Satgas Karhutla Kabupaten, yang terdiri dari BPBD Sarolangun, KPHP, Manggala Agni, TNI/Polri serta intansi terkait. Hanya saja, hasil pengecekan tersebut belum diketahui, karena lokasinya sangat jauh, kemungkinan tidak ada signal atau jaringan telekomunikasi.

" Kami selaku tim satgas sarolangun, manggala agni, TNI/Polri, KPHP turun ke lapangan jika ada titik api, dan dilakukan pengecekan kalau memang ada api segera dipadamkan. Tadi malam masuknya, dan hari ini dicek. Tapi belum ada hasil pengecekan karena lokasinya jauh, dan lokasi hotspot itu dari lahan masyarakat," ujarnya. (hnd)

 


Berita Terkait



add images