iklan Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, MUARATEBO - Sebelum Hari Raya Idul Fitri 1439 H, harga jual tandan buah segar (TBS) sawit petani kepada pengepul, khususnya di daerah Kecamatan Tebo Ilir, masih bertahan Rp 1.400-1.500 per kilogram. Namun setelah Idul Fitri harga turun drastis menjadi Rp 900-1000 per kilogram.

"Ya, harga sawit turun lagi. Kalau sebelum leberan kemarin masih 1400 sampai 1500 per kilogram. Kini harga di pabrik tinggal 1200-1280 per kilogram. Jadi kalau beli di petani berkisar 900-1000 per kilogram," ujar Saipul, salah seorang toke sawit Tebo Ilir.

Dirinya mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat petani mengeluh. Sebab, selain harga jual turun, hasil sawit juga trek.

"Kita hanya mengikuti standar harga yang ada. Kalau naik kita juga belinya tinggi," jelasnya.

Selain itu, Saipul juga mengatakan bahwa sebagai pembeli dirinya hanya mengikuti harga pabrik. Jadi, dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk membantu petani jika kondisi harga mengalami penurunan.

Para petani berharap kepada pemerintah daerah untuk mencarikan solusi terhadap harga TBS agar kembali normal.

"Karena mayoritas petani sawit menggantungkan sumber ekonominya dari hasil panen sawit tersebut. Maka kami berharap ada upaya dari pemerintah agar harga kembali perpihak kepada petani," ujar Husni, salah seorang petani sawit Tebo Ilir. (bjg)

 


Berita Terkait



add images