JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO - Usai penyerangan Mapolsek Pelepat oleh Suku Anak Dalam (SAD) pada Selasa 19 Juni 2018, Wakil Bupati Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto (Apri) memantau lokasi kejadian.
Pada kesempatan itu, dihadiri langsung Wakapolda Jambi, Kombes Pol Ahmad Haydar, Dandim 0416/Bute Letkol Inf Wahyu, H.S, Kapolres Bungo AKBP Januario Jose Morais serta Camat Pelepat.
Satu hari setelah kejadian, terpantau lokasi Mapolsek Pelepat masih dalam suasana yang sama dengan kejadian awal, dimana pecahan kaca berserakan dimana-mana, hingga pada ruangan Kapolsek Pelepat.
Pemantauan tersebut dilanjutkan dengan mediasi di kantor Camat Pelepat yang berlangsung lancar, diikuti oleh Wabup, pihak SAD, serta camat. Dari hasil mediasi, beberapa keputusan telah disepakati antar pemkab Bungo dan pihak SAD.
Apri mengatakan, pertemuan dengan pihak SAD Pasir Putih berlangsung dengan baik dan telah menemui titik terang, bahwa Pemkab akan komitmen untuk memediasi perundingan tersebut.
"Masalah denda kita fasilitasi, tadikan dibatasi waktu pada kesempatan selama dua minggu, itu paling lambat pada 5 Juli. Kemudian, korban yang dirawat di rumah sakit menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Bungo," jelasnya.
Dirinya juga meminta kepada pihak SAD Pasir Putih untuk tetap menjaga keamanan. Selain biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah daerah, pihak SAD yang menunggu di rumah sakit pada malam hari juga diberi makanan.
"Kita minta pihak SAD yang di Pasir Putih untuk menjaga keamanan, kemudian tidak boleh terpancing dan mengajak pihak lain untuk juga melaksanakan hal yang sifatnya anarkis. Kita sepakat dan kalau bisa ini diselesaikan dengan cepat," tutupnya. (ptm)
