iklan Petugas PLN melakukan perbaikan tower di Birun yang ambruk
Petugas PLN melakukan perbaikan tower di Birun yang ambruk

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI-Padamnya listrik di Kerinci dan Sungai Penuh, mulai berimbas ke berbagai sector. Salah satunya, harga barang di pasar Sungai Penuh.

Seperti gesnet yang sebelumnya dijual seharga Rp 900 ribu, saat ini dijual Rp 1,5 juta. Lilin ukuran besar dihari biasanya seharga Rp 3000, kali ini dijual Rp 30 ribu perbatangnya.

Begitu juga alat penerangan lainnya seperti senter yang sebelumnya seharga Rp 20 ribu, saat ini dijual Rp 50 ribu. dan juga lampu cas, yang sebelumnya seharga Rp 300 ribu, kali ini dijual Rp 500 ribu.

BACA JUGA: NEWS in DEPTH: Kerinci dan Sungai Penuh, Berlebaran di Tengah Gelap

Meskipun demikian, tingginya kebutuhan masyarakat akan barang-barang tersebut membuat mereka terpaksa membeli dengan harga tinggi.

Antoni, salah satu warga Kerinci dikonfirmasi mengatakan,  lebaran kali ini begitu menyedihkan. Dikarenakan semua dilalui tanpa listrik dan air. "Seperti malam hari, kami terpaksa tanpa listrik, katanya.

BACA JUGA: Mau Tahu Waktu yang Dibutuhkan PLN untuk Perbaikan Tower di Birun, Baca di Sini

Ia juga membenarkan naiknya harga barang-barang tersebut. Mau beli lampu cas, lilin, dan center, persoalan harga naik tidak menjadi masalah. Namun saat ini, stoknya tidak ada ini yang menjadi masalah," ungkapnya.

Rahman, warga Kerinci lainnya juga mengaku tidak ada lagi genset di toko-toko yang biasanya menjual genset di Kota Sungai Penuh. Saya tadi siang (kemarin, red) ke pasar, tak ada lagi genset. Kalau pun ada, sudah dipesan orang, hanya belum diambil, sebutnya.

BACA JUGA: Lihat Nih..Foto-foto Upaya Perbaikan Tower oleh PLN di Desa Birun yang Ambruk

 Menurutnya, dari keterangan pemilik toko, 25 Juni nanti baru ada pasokan genset ke Sungai Penuh. Sekarang kita hanya bisa berdoa agar krisis litrik ini cepat teratasi, pungkasnya. (adi)

 


Berita Terkait



add images