iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 Sultan Thaha Jambi memprediksi awal musim kemarau di Jambi terjadi sejak awal Mei 2018. Puncak musim kemarau sendiri diprediksi Agustus 2018. 

Hal ini dibenarkan Kepala Stasiun (Kepsta) BMKG Provinsi Jambi Nurahngesti Widiastuti bahwa musim kemarau terjadi pada awa Mei Dasarian II hingga Juni Dasarian 1. Dasarian I terjadi mulai tanggal 1 hingga 10, Dasarian II terjadi mulai tanggal 2 hingga 20 dan seterusnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2018 ini masih ada potensi terjadi hujan, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tidak berarti tidak ada hujan jadi kemarau di Jambi berjalan normal dan masih ada peluang hujan, akunya.

Dikatakan Nurangesti bahwa wilayah Jambi ini sangat luas dan curah hujannya pun tidak sama antara wilayah Barat Timur Utara dan Selatan. Sehingga pada awal musim kemarau di beberapa daerah Provinsi Jambi tidak terjadi dalam waktu yang sama.

Berkisar pada Dasarian 2 bulan Mei hingga Dasarian 1 pada bulan Juni. Puncak musim kemarau pada bulan Agustus- Desember, bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, kemarau pada tahun 2018 ini diprediksi tidak akan separah kemarau pada tahun 2015. Karena masih dipengaruhi oleh La Nina lemah, sehingga kemarau pada tahun ini untuk di Provinsi Jambi sendiri masih tergolong normal.

Sebagaimana diketahui bahwa tahun 2015 terjadi kekeringan dan asap karena ada fenemona el nino kuat. Namun tidak terjadi pada tahun 2016. Hal ini karena La Nina lemah. Sementara itu 2107 cuaca normal dan akan berlanjut pada tahun 2018.

Sampai dengan April La Nina lemah, tetapi hingga April sampai akhir tahun nanti akan netral. Jadi kemarau di Jambi normal saja, paparnya.

Meskipun Jambi masuk pada musim kemarau, potensi hujan masih akan terjadi. Hujan yang terjadi dalam intensitas ringan hingga lebat.

Beberapa daerah sepekan ke depan akan tetap diguyur hujan, jelasnya. (nur)


Berita Terkait



add images