iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) baru saja memberikan kuliah umum di STIE Muhammadiyah Jambi, siang ini (10/5). Dalam lawatannya itu, Zulhas sempat menyinggung kasus yang mendera Zumi Zola.

Zulkifli Hasan mengatakan jika Zola ditangkap KPK bukan karena menjadi kepala daerah yang paling jelek di Indonesia. "Seperti Zola, bukan karena paling jelek. Banyak yang lebih brengsek, hanya belum ketahuan saja," ujarnya.

Zulhas menyebutkan selama ini ada masalah di sistem negara. Ia pun menanyakan kepada calon kepala daerah apakah bisa terpilih tanpa uang? Tentu tidak. "Di Jawa Timur saja, butuh 100 ribu saksi. Dari mana uangnya untuk membayarnya," kata Zulkifli.

Ia mengatakan saat ini sistem negara, partai tidak boleh mencari uang. Karena itu, perlu ada pembenahan sistem. Di Amerika, politisi boleh menerima sumbangan. Di Amerika latin, parpol dibiayai negara, tak boleh sumbangan.

"Partai ngga boleh cari uang, tapi negara ngga memberikan jaminan untuk partai. Pilkada butuh bayar saksi. Gaji Bupati hanya Rp. 6 juta. Tapi tidak boleh terima komisi," katanya.

Di Indonesia, kondisi sistem negara inilah yang melahirkan politik transaksional. Saat ini menjadi penguasa dijadikan  jalan singkat untuk kaya dan menjadi raja.  "Ini kalo tidak dihentikan bahaya. Mengajarkan rakyat korupsi sedikit,  sembako yang menghancurkan negara. Sistemnya dibenahi, rakyatnya diberikan pendidikan. Jangan memberikan persaksikan palsu, memilih karena ditukar sembako. Keberkahan tidak datang," tukasnya. (aiz)


Berita Terkait



add images