JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Sejumlah barang kebutuhan pokok di pasar tradisonal Jambi mulai merangkak naik menjelang Ramadan.
Penimbunan terjadi dilakukan oleh oknum yang ingin mempermainkan harga untuk mencari keuntungan sepihak. Satgas pangan sudah menurunkan tim untuk mengawasi harga sembako.
Harga telur di beberapa pasar tradisional di Kota Jambi mulai naik. Dari harga Rp 35 ribu satu karpet menjadi Rp 45 ribu untuk ukuran telur yang besar. Harga ayam juga mengalami peningkatan dari Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 38 ribu. Padahal puasa masih dua minggu lebih.
Kabid Penindakan Satgas Pangan Provinsi Jambi, AKBP Guntur Saputro, mengatakan, jelang Ramadan, Satgas Pangan sudah melakukan rapat koordinasi bersama seluruh stakholder. Rakor ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pencegahan dan penindakan kemungkinan dugaan manipulasi harga dengan cara melakukan penimbunan stok.
Kita juga melakukan himbauan terhadap distributor untuk tidak melakukan penimbunan, katanya, (28/4) kemarin.
Dijelaskannya, jelang Ramadan, seluruh distributor wajib mengirimkan laporan harian penjualan dan stok barang yang berada di gudang mereka. Dari laporan ini pemantauan stok bisa dilakukan.
Dari laporan itu kita bisa mengetahui di mana letak dugaan penimbunan sembako, jelasnya.
Jika nantinya distributor terbukti melakukan penimbunan barang, akan dilakukan tindakan tegas. Tindakan yang dilakukan berupa tindakan administrasi hingga pidana sesuai dengan Pasal 107 UU Perdagangan RI. Pada Pasal ini, menurut Guntur, jelas pelanggaran dan pidana yang dikenakan.
Pelaku penimbunan bisa dikenakan hukuman penjara maksimal 5 tahun, denda mencapai Rp 50 M, katanya. (nur/hfz)
