iklan Parade masyarakat Indonesia di jalanan Kota Perth dalam rangka menyambut Hari Kartini 21 April lalu.
Parade masyarakat Indonesia di jalanan Kota Perth dalam rangka menyambut Hari Kartini 21 April lalu.

MOMENT hari Kartini tidak hanya diperingati di Tanah Air saja. Akan tetapi, WNI yang berada di luar negeri pun tak ingin ketinggalan moment pencetus kebangkitan kaum perempuan itu. Salah satunya dilakukan oleh KJRI Perth, Australia. Seperti apa?

PIRMA SATRIA

PAGI itu, tepat tanggal 21 April 2018, ada suasana berbeda yang terlihat kentara di seputaran kantor KJRI Perth di Adelaide Terrace, Perth, Western Australi.

Ada parade yang diikuti oleh sekitar 50 orang anak dan 150 warga dewasa memecah keheningan jalanan tersebut, sekitar pukul 09.30 waku Perth atau satu jam lebih cepat dari waktu Indonesia.

Pengalaman penulis yang pernah mendampingi para pemenang Guru Favorit Jambi Ekspres ke Perth tahun lalu, pukul 09.30,  warga Perth memang masih sangat sedikit yang memulai aktivitas. Mereka mulai aktivitas di atas jam itu, sehingga jalanan masih terlihat lengang, sehingga parade yang dilakukan oleh KJRI Perth itu sama sekali tidak mengganggu arus lalu lintas.

Peserta parade itu semuanya merupakan masyarakat Indonesia yang bermukim di Perth, termasuk staf-staf KJRI.  Mungkin untuk warga Australia Bagian Barat itu, pemandangan seperti itu tidak lazim terjadi di sana. Pasalnya, iring-iringan parade itu mengenakan berbagai busana yang menjadi pakaian adat daerah-daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Aceh sampai Papua, bukan busana sehari-hari yang lazim digunakan warga Perth.

Mulai dari pakaian adat dari Kalimantan yang menjadi ciri khas Suku Dayak, blankon khas Jawa dan tak ketinggalan kebaya yang menjadi ciri khas Indonesia. Menariknya, busana-busana unik itu dikenakan oleh anak-anak WNI, tentu tidak hanya terlihat unik, akan tetapi lucu dan menggemaskan.

 Lantas dalam rangka apa parade itu? Ternyata, meski bermukim di Perth, namun tak setitikpun melunturkan rasa nasionalisme para WNI tersebut terhadap merah putih. Digagas oleh KJRI, parade sengaja digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh tepat pada 21 April.

Konjen RI Perth, Dewi Gustina Tobing menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenang jasa Ibu Raden Adjeng Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita Indonesia.

Perayaan ini mengangkat tema Kartini Muda Gapai Cita-citamu, ujarnya dalam pers release yang diterima koran ini.

Tema Kartini Muda diangkat mengingat banyak anak-anak dan remaja Indonesia yang berdomisili di Perth dengan orangtuanya, bersekolah di sekolah setempat sehingga kurang pemahamannya mengenai sejarah dan pahlawan Indonesia.

Perayaan ini membawa nuansa yang baru, katanya.

Acara Kartini muda, sebutnya, tidak hanya diikuti oleh anak dan remaja perempuan tapi juga laki-laki karena perjuangan Kartini adalah untuk kesetaraan sehingga perempuan dan laki-laki harus selalu saling mendukung dan berkerjasama.

Para orangtua juga hadir untuk mendampingi putra putrinya, sebutnya.

Acara Kartini Muda ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai sejarah dan pahlawan Indonesia dan untuk meningkatkan rasa kebangsaan mereka terhadap negara Indonesia.

Dengan perayaan hari Kartini ini, anak-anak dan remaja didorong untuk semangat dan tekun belajar untuk mencapai cita-citanya karena sebagai generasi muda, mereka adalah penerus bangsa dan pengisi pembangunan Indonesia, sebut Dewi yang baru 3 bulan bertugas di kota paling terisolir di Australia ini.

Kegiatan ini dimulai dengan parade busana daerah, Kartini got Talent, penampilan angklung dari DWP KJRI Perth dan interaktif kepada anak-anak dan remaja Indonesia di Perth mengenai Ibu Kartini dan perjuangannya.

Pada sesi sebelumnya kepada kartini muda Indonesia diberikan kesempatan untuk membuat surat kepada Menteri Luar Negeri. Anak-anak dan remaja Indonesia yang mengikuti rangkaian acara tersebut mengikuti dengan semangat dan antusias.

Para orangtua yang hadir sangat menghargai penyelenggarakan kegiatan ini dan menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin. Pengumuman para pemenang disampaikan pada akhir acara.

Pelaksanaan hari Kartini ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba dan ucapan syukur dan harapan kiranya kesan dan pesan pada momen hari kartini menjadikan generasi muda Indonesia yang berada di Perth sukses dalam segala bidang.

Animo peserta sangat tinggi, karena konsep Kartini Muda dengan atribut budaya menambah rasa rindu kampung halaman, pungkasnya. (Dibantu Martin, Staf KJRI Perth)

 


Berita Terkait



add images