iklan Awan gelap menyelimuti Kota Jambi beberpa waktu lalu. Jambi masih dalam puncak musim hujan.
Awan gelap menyelimuti Kota Jambi beberpa waktu lalu. Jambi masih dalam puncak musim hujan.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Puncak musim hujan di Provinsi Jambi terjadi dua kali dalam setahun. Hal tersebut berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) Jambi.

Nurangesti, Kepala BMKG Satsiun Jambi mengatakan, Provinsi Jambi berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Jambi memiliki dua puncak musim hujan, pertama priode Maret-April dan kemudian pada priode September-November.

"Itu merupakan cuaca normal di Jambi," katanya.

Lebih lanjut disebutkannya, cuaca di Jambi akan tidak normal jika curah hujan pada dua priode itu terjadi hanya sedikit. Jadi wajar kalau curah hujan lebih banyak, imbuhnya.

BMKG Jambi memprediksikan, Jambi akan memasuki musim kemarau pada Mei dasarian II mendatang. Kemarau yang akan terjadi di Jambi diperkirakan masih normal. Hujan masih turun pada saat kemarau.

Tetap akan ada hujan. Hujannya pun dengan intensitas normal, ujarnya.

Nurangesti menyebutkan, pihaknya belum melakukan perhitungan, berapa lama musim kemarau akan terjadi di Jambi. Ia mengungkapkan, dalam beberapa pekan jelang dasarian II Mei mendatang, Provinsi Jambi masih akan diguyur hujan.

"Kejadian luar biasa itu tahun 2015 lalu, akibat fenomena elnino, kemarau jadi lumayan panjang," pungkasnya. (nur)


Berita Terkait



add images