JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Jambi, Ir.H.Tagor Mulia Nasution,MM mengemukakan, sistem dan pola pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhuta) harus terpadu, cepat dan tepat.
Untuk itu, dibutuhkan koordinasi dan integrasi yang baik dari seluruh pemangku kepantingan dalam mencegah dan mengendalikan karhutla.
Hal tersebut dikemukakan Tagor saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2018, bertempat di Ruang Utama Kantor Gubernur Jambi, Kamis (19/4).
Tagor mengungkapkan, Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang rawan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kita harus memiliki sistem atau pola yang sistematis, terpadu, cepat dan tepat sasaran dalam menangani bencana karhutla ini. Kita harus melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap penanggulangan bencana karhutla seiring dengan kondisi alam saat ini yang tidak menentu, ujar Tagor.
Tagor menjelaskan, harus ada koordinasi dan integrasi yang baik dari semua pihak dalam penanggulangan karhutla ini, baik dari Pemerintah, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat, karena strategi koordinasi dan integrasi yang baik menjadi sangat penting dalam manjemen penanggulangan karhutla.
Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi dalam pencegahan karhutla, antara lain pembentukan desa tangguh bencana, sekolah aman bencana, kelompok tani peduli api dan masyarakat peduli api, tutur Tagor.
Lebih lanjut, Tagor menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan peralatan sederhana dalam upaya pencegahan karhutla ini secara bertahap, supaya nanti jika terjadi karhutla bisa dengan cepat diatasi. (*/wan)
