JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pengamat Ekonomi Provinsi Jambi, Prof Surya Hidayat, mengatakan, pembatalan pembanguan proyek RKA di Jambi oleh pemerintah pusat menimbulkan kerugian bagi Jambi.
Kerugian itu terutama masalah mobilisasai, mulai dari percepatan barang, jasa, dan investasi keuangan di Jambi.
Dijelaskannya, yang dimaksud dengan percapatan barang dan jasa adalah mobilisasi barang yang direncanakan mengalami percepatan, tertunda.
Kemudian peningkatan pendapatan pelaku ekonomi, pelaku ekonomi mengalami penundaan peningkatan pendapatan. Hal ini memiliki dapak yang sistematis. Artinya, dengan sedikitnya pendapatan, penanaman modal masuk juga mengalami perlambatan.
Jika itu terjadi, maka rencana percepatan pertumbuhan ekonomi Jambi tertunda, katanya.
Selain itu, pembatalaan itu menghambat pertumbunan ekonomi Jambi secara berjangka. Selain itu dengan pembatalan ini, para investor juga melakukan pengereman penanaman modal.
Bukan tidak jadi akan tetapi menunda melakukan investasi, akaibatnya percepatan pertumbuhan juga tertunda, ungkapnya.
Dari laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Prioritas tertulis bahwa proyek ini nilai investasinya Rp7,7 triliun. Didanai APBN. Status terakhir 2016, penyusunan desain dan amdal (analisa mengendai dampak lingkungan). Rencana mulai konstruksi Juni 2018 dan rencana mulai operasi 2021. (nur)
