JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pimpinan Komisi X DPR yang membidangi olahraga Sutan Adil Hendra (SAH) menyatakan kesetujuannya akan statement dari Ketua Umum Partai Gerindra H. Prabowo Subianto tentang pemborosan keuangan negara dalam persiapan Asian Games 2018.
"Belajar dari pengalaman kota - kota pelaksana Asian Games seperti Incheon Korea Selatan, dimana kini mereka merasakan dampak yang kurang sebanding dengan dana yang telah dikeluarkan."
Sekarang menurut pria yang akrab di sapa SAH itu, pasca Asian Games kota Incheon Korsel harus menanggung biaya perawatan dari stadion mewah dan megah yang mereka bangun untuk Asian Games.
Kini stadion atau venue bekas arena kosong tidak ada penonton ataupun event lain, sektor lain yang diharapkan seperti Pariwisata belum menampakkan hasil, padahal dana pembangunan infrastruktur tersebut diambil dari dana pinjaman.
Pengalaman seperti inilah yang sebenarnya diingatkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra H. Prabowo Subianto, bahwa pemerintah jangan terjebak dengan pemborosan yang rakyat dalam melakukan persiapan Asian Games 2018.
Komisi X DPR sendiri selaku mitra kerja olahraga telah berulang kali mengingati Menpora maupun Inasgoc untuk lebih berhemat dalam menggunakan uang negara dalam perhelatan tersebut.
Bahkan Ketua Komisi X waktu itu Teuku Riefky Harsya Oktober 2016 lalu mengatakan ada pemborosan, seperti dalam dana sosialisasi Asian Games saja ada temuan dugaan pemborosan keuangan negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Dana 60 miliar untuk sosialisasi saja ada 13 milyar yang menjadi temuan BPK, ini baru dana sosialisasi, belum termasuk dana untuk membangun infrastruktur pendukung."
Sehingga semangat yang bisa kita petik dari pernyataan Pak Prabowo Subianto ini adalah jangan kita terjebak pada pola anggaran yang kurang memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat.
"Kita sepakat Asian Games masalah kehormatan bangsa, tetapi nilai guna dan efektivitas tetap kita ke depankan, membangun stadion atau venue yang untuk sekali pakai untuk apa, rakyat masih susah, sekolah banyak yang rusak dan semuanya perlu di prioritaskan di banding proyek mercu suar."
Karena menurutnya Vietnam saja yang tunjuk sebagai tuan rumah memilih mundur, karena event tersebut membebani ekonomi mereka di banding manfaat yang diperoleh masyarakat.
Ketika orang mundur karena tidak mau membebani keuangan negara, justru kita yang melakukan pemborosan secara berlebihan, tandasnya.
