JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan akan meningkat pada triwulan I 2018. Hal ini seiring dengan membaiknya harga komoditas migas dan batubara, serta adanya penyesuaian Upah Minimum Provinsi (UMP) Jambi yang mengalami kenaikan 8 persen dibandingkan tahun 2017.
Aya Sophia, Kepala Unit Koordinasi dan komunikasi Kebijakan Bank Indonesia Provinsi Jambi mengatakan, selain itu adanya multiplayer efek dari realisasi belanja pemerintah dan LNPRT pada masa Pilkada serentak, pendaftaran calon legislatif, calon presiden untuk periode pemilihan umum serta pemilihan presiden tahun 2019, diharapkan mampu mendorong perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga kedepan.
Membaiknya daya beli masyarakat terjamin dari pembelian barang tahan lama yang diindikasikan oleh kenaikan penyaluran kredit kepemilikan rumah KPR pada triwulan IV 2017 yang tumbuh sebesar 2,57 persen jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan KPR triwulan III 2017 yang mengalami kontraksi sebesar 0,03 persen , jelasnya.
Disamping itu, konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan 4,21 persen (yoy) pada triwulan IV 2017 sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 4,40 persen (yoy).
Perlambatan konsumsi rumah tangga terjadi seiring dengan kenaikan inflasi pada triwulan laporan yang menahan laju konsumsi masyarakat. Hal ini tercermin dari indikator pertumbuhan kredit konsumsi tercatat mengalami peningkatan dari 9,23 persen (yoy) pada triwulan 3 2017 menjadi 13 persen (yoy) pada triwulan laporan.
Dari perspektif konsumen hasil survei BPS triwulan IV 2017 menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap kondisi perekonomian pada triwulan laporan lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Ini tercermin dari indeks tendensi konsumen yang mencapai 106,20 atau lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2017 sebesar 104,13.
Dari sisi konsumsi rumah tangga, sebaliknya pada triwulan I 2018 konsumsi pemerintah diperkirakan akan mengalami perlambatan sesuai dengan pola siklikal realisasi anggaran belanja yang cenderung rendah di awal tahun anggaran mengingat masih dilakukannya proses pengadaan.
Namun pertumbuhan konsumsi pemerintah diperkirakan akan mengalami perbaikan sejalan dengan selesainya proses pengadaan terutama pada Kuartal akhir tahun berjalan, katanya.
Pertumbuhan konsumsi pemerintah pada sejalan dengan realisasi anggaran belanja Pemerintah Daerah yang mencapai 93, 51 persen disertai progres pembangunan proyek fisik pada triwulan IV 2017. (yni)