JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Konflik di Provinsi Jambi masih tinggi. Di 2017 lalu setidaknya ada 92 kasus. Konflik yang terjadi itu berkaitan dengan Sosial Budaya, Sara, Batas Wilayah dan SDA.
Untuk menekan terjadinya konflik, Polda Jambi selau melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan sosilaisasi, patroli secara rutin dan pendampingan.
Kapolda Jambi Brigjen Pol Muhlis mengatakan, untuk pencegahan tindakan yang dilakukan dengan memelihara kondisi damai pada masyarakat. Kemudian menyampaikan peringatan dini dan reduksi situasi.
Kita terus melakukan himbauan terhadap masyarakat untuk selalu melakukan koordinasi jika ada indikasi, katanya.
Lanjutnya, hingga kini Polda Jambi terus waspada dan melakukan pemantauan lapangan terhadap daerah yang dianggap rawan terjadinya konflik. Menurutnya, 2018, ada 4 daerah yang menjadi perhatian.
Ke-4 derah itu, yakni, Kabupaten Batanghari, Tebo, Tanjab Barat, dan Merangin. Yang mejadi permasalahan kebanyakan adalah permasalan batas wilayah dengan perusahaan. Ini masih akan mejadi perhatian kedepan, pungkasnya. (nur)
