JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Mantan Cabup Kerinci menyebut Golkar dan PDIP ingkar janji karena belum juga mengembalikan uang survey.
Menanggapi hal ini, Ketua DPD II Golkar Kerinci, Sartoni berjanji pihaknya akan segera mengembalikan uang survei tersebut. "Dalam waktu dekat ini kita kembalikan," ujarnya.
Ia juga mengaku akan melakukan pertemuan terlebih dulu guna membahas persoalan tersebut. "Nanti kita akan lakukan pertemuan dulu," katanya.
Sebelumnya, setelah batal mendapatkan perahu partai untuk diusung di Pilkada Kerinci, sejumlah kandidat di Kerinci bereaksi. Para calon yang gagal maju, seperti Fadli Sudria dan Tafyani Kasim, menuntut pengembalian sejumlah dana yang diketahui merupakan uang survei.
Besaran uang survei sendiri bervariasi, sesuai aturan yang ditetapkan partai saat pendaftaran calon. Satu partai uang yang disetorkan mencapai puluhan juta. Seperti di Golkar kandidat wajib setor Rp 20.625.000, sedangkan di PDIP sebesar Rp 37.600.000. (aiz)
Menanggapi hal ini, Ketua DPD II Golkar Kerinci, Sartoni berjanji pihaknya akan segera mengembalikan uang survei tersebut. "Dalam waktu dekat ini kita kembalikan," ujarnya.
Ia juga mengaku akan melakukan pertemuan terlebih dulu guna membahas persoalan tersebut. "Nanti kita akan lakukan pertemuan dulu," katanya.
Sebelumnya, setelah batal mendapatkan perahu partai untuk diusung di Pilkada Kerinci, sejumlah kandidat di Kerinci bereaksi. Para calon yang gagal maju, seperti Fadli Sudria dan Tafyani Kasim, menuntut pengembalian sejumlah dana yang diketahui merupakan uang survei.
Besaran uang survei sendiri bervariasi, sesuai aturan yang ditetapkan partai saat pendaftaran calon. Satu partai uang yang disetorkan mencapai puluhan juta. Seperti di Golkar kandidat wajib setor Rp 20.625.000, sedangkan di PDIP sebesar Rp 37.600.000. (aiz)
